Bantuan hukum untuk rakyat miskin, buta hukum, dan korban pelanggaran HAM

Putusan Pra peradilan Kasus Kekerasan Seksual Putra Kyai di Jombang di Pengadilan Negeri Jombang

Hari ini,  27 Januari 2021 sidang putusan praperadilan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual yang diajukan MSAT di Pengadilan Negeri Jombang, setelah sebelumnya tersangka mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya dan diputus " Tidak Diterima"  pada 16 Desember 2021. 

 

Dukungan untuk menuntaskan kasus ini terus bergulir, salah satunya lewat petisi daring yang bisa diakses di www.change.org/santrimenuntutkeadilan. Hingga kini tercatat 20 ribu orang telah menandatangani petisi tersebut. Petisi bahkan sudah pernah diserahkan secara simbolik ke tim penyidik. 

 

Kasus ini berawal dari sejumlah aduan santriwati di Pondok Pesantren Shidiqiyah Jombang telah menjadi korban kekerasan seksual, yang diduga dilakukan oleh Sdr. MSAT. Dari korban-korban kekerasan seksual yang mengadu, MNK melaporkan kasusnya dan berstatus sebagai korban dalam laporan No. LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RES.JBG

 

Kekerasan seksual ini berlatar belakang relasi kuasa mengingat pelaku merupakan anak pemilik dan pengasuh pondok pesantren di mana para korban adalah anak didiknya, serta pemilik pusat kesehatan yang sedang melakukan rekrutmen tenaga kesehatan dengan mencari calon pelamar santri/santriwati dari pondok pesantren tempat para korban mondok. Pelaku memanfaatkan kepercayaan para korban  kepadanya serta kekuasaannya atas korban untuk melakukan perkosaan dan pencabulan. Demikian pula  fakta perkosaan dan pencabulan dilakukan di bawah ancaman kekerasan, ancaman tidak lolos seleksi, manipulasi adanya perkawinan, dan penyalahgunaan kepatuhan murid terhadap gurunya. Faktanya para santriwati yang telah menjadi korban dan berani melapor pun telah dikeluarkan dari pondok pesantren. 

 

Lemahnya koordinasi instansi aparat penegak hukum antara Polda Jatim dan Kejati Jatim, membawa konsekuensi Lambannya proses hukum dan membuka cela diajukannya permohonan praperadilan dari pihak tersangka. Dampaknya memperkuat reviktimisasi terhadap korban pada proses pembuktian. 

 

Pihak tersangka diwakili kuasa hukumnya mengajukan permohonan praperadilan kedua kalinya dengan  nomor  perkara: 01/pid.pra 2022/PN Jbg, dengan termohon Polres Jombang, kejaksaan Negeri Jombang,  Kapolda Jatim  dan  kepala kejaksaan tinggi jatim, yang oleh Majelis Hakim memutuskan secara formil praperadilan "DITOLAK" . 

 

Pasca Putusan praperadilan kedua yang diajukan Tersangka MSAT, Kami Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan seksual, mendesak : 

 

  1. Polda Jatim untuk segera melakukan  penahanan terhadap tersangka M. Subchi Azal Tsani. 
  2. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk segera melimpahkan Perkara kasus Kekerasan Seksual Tersangka M. Subchi Azal Tsani Ke Pengadilan  
  3. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, jangan abai mengimplementasikan Pedoman Kejaksaan RI No. 1 Tahun 2021 tentang Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak dalam Penanganan Perkara Pidana. 

Cp 

  1. Novi- ( 081556699057)
  2. Ana - ( 085735035352)