Bantuan hukum untuk rakyat miskin, buta hukum, dan korban pelanggaran HAM

Mengecam Penghadangan dan Intimidasi Terhadap Greenpeace Indonesia di Jawa Timur

Surabaya, 8 November 2022

Chasing the Shadow adalah tema kampanye Greenpeace Indonesia untuk menyuarakan 

persoalan krisis lingkungan hidup. Mereka bersepedah dari Jakarta ke Bali melintasi setiap 

kota/kabupaten yang mengalami persoalan lingkungan, dari eksploitasi karst, dampak krisis iklim, 

pencemaran laut dan aneka persoalan lainnya. Tetapi aksi mereka di Jawa Timur mendapatkan 

hambatan. Seusai menggelar pameran, pentas seni dan diskusi di Surabaya pada tanggal 5-6

November 2022, tim kampanye melanjutkan gowesnya menuju Bali dengan melintasi 

Probolinggo. Sayangnya di sana tim kampanye mendapatkan hadiah penghadangan dari belasan 

orang yang memakai baju LSM lokal pada 7 November 2022, sebagai bentuk penolakan akan 

aksi kampanye tersebut.

Usut punya usut penolakan atas kampanye Greenpeace Indonesia di Probolinggo berkaitan 

dengan akan digelarnya G-20 Summit di Bali. Mereka menolak aksi kampanye lingkungan selama 

gelaran G-20 dengan dalih untuk menjaga kondusivitas dan demi lancarnya penyelenggaran. 

Berdasarkan informasi darurat dari Greenpeace Indonesiaa ke jaringan Jawa Timur, bahwasanya 

LSM lokal tadi selain menghadang juga melakukan intimidasi serta ancaman. Dari ban mobil yang 

tiba-tiba kempes, penggerudukan di penginapan sampai pemaksaan membuat pernyataan tidak 

akan melanjutkan aksi kampanye.

Tekanan yang diterima oleh Greenpeace Indonesia juga diduga oleh beberapa aparat keamanan 

negara, mereka tampak lalu lalang di saat ada penghadangan dan intimidasi oleh LSM lokal. 

Selain itu mereka juga tampak mengikuti tim kampanye saat melakukan evakuasi keluar 

Probolinggo. Sehingga hal tersebut menambah suasana intimidatif yang dirasakan oleh tim 

kampanye.

Berangkat dari kejadian tersebut, kami menilai bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk 

tindakan yang menghambat kebebasan bersuara dan berpendapat. Karena setiap orang di 

Republik Indonesia ini berhak untuk menyuarakan pendapatnya dimuka umum atas sebuah 

persoalan, khususnya lingkungan hidup, sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 28 UUD NRI 

1945 yang diejahwantahkan dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. 

Kejadian penghadangan dan intimidasi tersebut merupakan sebuah tindakan yang meningkatkan 

resiko keamanan seseorang, di mana membuat warga negara atau individu merasa tidak aman 

dan nyaman dalam melakukan aktivitas menggunakan hak mengemukakan pendapat. 

Apa yang dilakukan oleh LSM lokal dan beberapa yang teridentifikasi sebagai aparatur keamanan 

negara merupakan bentuk tidak adanya penghormatan atas hak bersuara dan berpendapat, serta 

bentuk tindakan yang jauh dari prinsip dan nilai demokrasi yang dijunjung tinggi di Republik ini. 

Karena aksi Chasing the Shadow yang bertujuan menyuarakan krisis lingkungan dilakukan 

secara damai, tidak memuat tindakan atau unsur yang membahayakan negara atau sampai 

menganggu gelaran G-20 Summit di Bali.

Justru yang kampanye tersebut mengingatkan persoalan krisis lingkungan akut di Indonesia 

harus menjadi perhatian pemimpin negara ini. Mengingat dalam gelaran G-20 Summit juga 

membahas mengenai krisis lingkungan terutama berkaitan dengan perubahan iklim, transisi 

energi dan upaya merumuskan skema untuk mengatasi persoalan tersebut. Aksi ini mencoba 

mengingatkan kepada pemangku kepentingan untuk konsisten dan benar-benar serius dalam 

mendorong perbaikan kondisi lingkungan hari ini. 

Karena kejadian tersebut juga dapat menimpa organisasi atau warga negara lainnya yang 

dengan sadar ingin menyuarakan persoalan lingkungan, sehingga akan menjadi preseden buruk 

ke depannya. Kami dari WALHI Jawa Timur dan LBH Surabaya mengecam kejadian tersebut dan 

meminta aparat keamanan negara dalam hal ini kepolisian untuk menjamin keamanan dan 

melindungi setiap warga negara yang melakukan aksi lingkungan termasuk dari Greenpeace 

Indonesia, apalagi aksi tersebut adalah aksi damai yang tidak merugikan siapapun.

Narahubung:

WALHI Jawa Timur (082245551013)

LBH Surabaya (082142826035)