Bantuan hukum untuk rakyat miskin, buta hukum, dan korban pelanggaran HAM

Sidang Kedua Trio Pakel, Sidang Terbuka Tetapi Warga Dibatasi Untuk Hadir

Banyuwangi, Rabu, 21 Juni 2023. Pengadilan Negeri Banyuwangi untuk kedua kalinya kembali menggelar persidangan secara online perkara pidana Trio Pakel terkait dugaan penyiaran berita bohong dengan agenda sidang yakni pembacaan eksepsi dari para penasihat hukum.

Sayangnya ada beberapa hal yang membuat kami TeKAD GARUDA dan Rukun Tani Sumberejo Pakel (RTSP) kecewa. Setelah sebelumnya dibatasi, kini persidangan di Pengadilan Negeri Banyuwangi kembali dibatasi, maksimal 5 orang. Padahal menurut keterangan sidang ini bersifat terbuka untuk umum, akan tetapi warga khususnya keluarga dari para terdakwa dipersulit untuk menghadiri persidangan. 

Alasan pembatasan sangat tidak relevan yakni kapasitas ruang persidangan dan sudah disiarkan secara live melalui youtube PN Banyuwangi. Perlu diketahui jika saat sidang kedua digelar terdapat sekitar 15 warga yang merupakan keluarga dari para terdakwa merasa kecewa atas keputusan PN Banyuwangi yang membatasi pengunjung sidang. 

Padahal merujuk pada Pasal 153 ayat 3 KUHAP hakim ketua sidang terbuka untuk umum kecuali kasus mengenai kesusilaan atau terdakwanya anak-anak, sedangkan pada perkara trio pakel bukan merupakan perkara kesusilaan sehingga tidak ada batasan terhadap pengunjung sidang terutama keluarga dari para terdakwa.

Atas persoalan di atas kami meminta Pengadilan Negeri Banyuwangi untuk menggelar sidang yang terbuka untuk umum sesuai dengan kapasitas tanpa ada pembatasan-pembatasan yang mencederai prinsip keterbukaan. 

Tentu atas kasus ini kami berharap dukungan masyarakat seluas-luasnya, bahwa keadilan harus ditegakkan. Sebab Trio Pakel adalah korban dari konflik agraria yang tak kunjung diselesaikan oleh pemerintah Republik Indonesia. Serta wujud dari tidak adanya keberpihakan pada warga yang terampas haknya dan tengah berjibaku mendapatkan hak atas tanah. Bukti bahwa Reforma Agraria yang dijalankan pemerintah hari ini masih jauh dari harapan.